|
Kata-kata dalam sebuah lagu mengatakan, "Ku serahkan pada Tuhan, tubuh,
nyawa, jiwaku." Namun fakta hidup kita sering justru menyatakan
kebalikkannya. Yang kita bawa kepada Tuhan bukan diri kita, namun diri orang
lain. Dalam kisah mujizat ini, Yesus memberi makan lebih dari lima ribu
orang dengan lima roti dan dua ikan. Dalam Injil Matius kita mendapat
indikasi bahwa para murid mencoba menghindar dari memberi makan kepada orang
banyak itu (Matius 14:15). Yesus kemudian menegaskan bahwa mereka harus
memberi orang banyak itu makan (Matius 14:16)
Pada saat Tuhan Yesus minta mereka menginventarisir apa yang mereka
miliki, Injil Yohanes mengisahkan suatu peristiwa menarik. Para murid
membawa lima roti dan dua ikan kepada Yesus; bukan milik mereka, namun milik
seorang anak kecil.
Sering kali saat kita dipanggil untuk melayani, kita menyerahkan bukan
diri kita, tapi orang lain. Pada saat kita melihat ada kebutuhan pelayanan,
kita menyodorkan orang lain untuk mengisi kebutuhan tsb. Kita lebih cepat
menunjuk orang lain daripada diri sendiri.
Tuhan memanggil setiap orang secara pribadi. Pada saat Tuhan memanggil
kita, janganlah kita menyodorkan orang lain. Sebaliknya, marilah kita
menyerahkan diri kita kepada Tuhan dan mengijinkan Tuhan memakai diri kita
sedemikian rupa untuk menjadi berkat bagi orang lain.
Serahkan diri sendiri, bukan orang lain. |