|
|
ENAM CALON PENGIKUT KRISTUS |
|
Dr. Dale Salico |
| |
Matius 4:18-22; 9:9-13; 19:16-26
I. Ada tiga kelompok orang yang mengikuti Yesus Kristus: penonton-penonton,
orang-orang percaya dan murid-murid.
Penonton adalah orang-orang yang hanya mengenal Yesus dan berhenti sampai di
situ. Dalam dunia olahraga, ini adalah orang-orang seperti saya, yang
menyaksikan Super Bowl tahun lalu tanpa ada kaitan apapun dengan salah satu
tim dan tidak perduli apapun mengenai hasilnya.
Orang-orang yang percaya pada Yesus Kristus adalah orang-orang yang telah
tiba pada kesimpulan bahwa Yesus, orang Nazaret itu, adalah Anak Allah yang
datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa, mati di kayu salib
dan bangkit dari antara orang mati.
Dalam dunia olahraga orang-orang ini adalah penggemar-penggemar dari tim
tertentu. Mereka mengikuti hasil dari tim mereka melalui surat kabar,
menyaksikan permainan tim tsb di TV, dan bahkan menghadiri pertandingan tim
mereka jikalau cuaca bagus dan tiket tidak mahal.
Jikalau tim mereka kalah dalam Super Bowl, mereka merasa kecewa, namun hidup
mereka terus berlanjut sebagaimana biasanya.
Murid adalah seorang percaya, dan juga adalah seorang yang memberikan
jawaban positif terhadap panggilan Kristus dalam Matius 4:19 "Mari, ikutlah
Aku
"
Murid-murid meresponi dengan mengatakan, "Saya akan mengikuti Engkau
kemanapun Engkau memimpin dan berapapun harga yang harus kubayar."
Dalam dunia olahraga orang-orang ini adalah orang-orang yang akan mengikuti
tim mereka kemanapun tim itu pergi dan berapapun mahalnya. Cuaca buruk hanya
menambah semangat mereka karena "kami akan bersama-sama dengan tim kami"
dalam segala hal.
Ini adalah kelompok orang-orang yang tahu kapan semangat tambahan dapat
memberi hasil yang berbeda. Orang-orang ini akan melakukan segala sesuatu
untuk mengenal para pemain dalam tim itu; dan mereka memiliki banyak
informasi tentang tim tsb.
Mereka dapat menjawab hampir semua pertanyaan tentang tim mereka, hal-hal
yang dahulu, sekarang dan akan datang. Antusiasme mereka mempengaruhi orang
lain dan mereka gembira jikalau mereka dapat mempengaruhi orang lain melalui
pengalaman mereka.
Phil, anggota gereja saya yang dulu, adalah tipe fan semacam ini untuk tim
Buffalo Bills. Phil menghadiri semua pertandingan Bills di kandang mereka
dan juga banyak petandingan mereka di tempat lain.
Saat dia menghadiri pertandingan, dia merekam pertandingan tsb di rumah
sehingga, waktu dia pulang, dia dapat menyaksikan kembali pertandingan tsb.
Sering kali dia akan menelpon sang pelatih, Marv Levy untuk mendiskusikan
strategi dan memberi masukan. Phil adalah seorang dokter gigi.
Komitmen Phil pada Buffalo Bills begitu besarnya sampai orang mengatakan
bahwa kalau Buffalo Bills kalah pada hari Minggu dan engkau punya janji
dengan Phil pada hari Seninnya, lebih baik engkau batalkan.
Orang-orang kuatir bahwa Phil akan melakukan operasi syaraf gigi (root
canal) terhadap mereka hanya untuk melampiaskan frustrasinya.
Kita semua tahu orang-orang semacam ini. Pada tingkat komitmen and
antusiasme mereka, mereka memiliki banyak kesamaan dengan murid-murid Tuhan
Yesus pada hari ini.
Penonton orang-orang yang sekedar tahu tentang Yesus.
Orang percaya orang-orang yang menerima fakta bahwa Yesus adalah Anak
Allah.
Murid orang-orang yang mengikuti Tuhan Yesus apapun harga yang harus
dibayar.
Dalam hubungan dengan Tuhan Yesus, apakah engkau seorang penonton, orang
percaya atau murid?
II. Kisah dari enam orang yang berminat mengikuti Christ menegaskan kualitas
penting dari murid-murid sejati. Kepada enam macam orang Tuhan Yesus
memberikan perintah yang sama, "Mari, ikutlah Aku."
Pada pagi ini, kita akan secara singkat mempelajari ke enam "calon murid
Kristus" supaya kita dapat memahami apa artinya menjadi murid Kristus.
Pertama-tama kita bertemu dengan empat orang nelayan: Petrus, Andreas,
Yakobus dan Yohanes. Kisah mereka dapat ditemui dalam Matius 4:18:22.
Apa yang dikehendaki oleh Yesus dari murid-muridNya sangat berlawanan dengan
model pengajaran dari para rabbi. Para rabbi mengharapkan pengikut-pengikut
mereka untuk mencari mereka, hidup secara pasif sebagai murid untuk kemudian
menjadi juga menjadi rabbi, sama seperti guru mereka atau mungkin lebih
hebat dari guru mereka.
Berlawanan dengan ini, Yesus mengambil inisiatif untuk memilih
murid-muridNya. Demikian pula hidup yang mereka akan hidupi sama sekali jauh
dari pasif. Yesus mengharapkan mereka untuk mendampingi Dia berkeliling
Palestina dan menjadi bagian dari tim yang akan mengubah dunia.
Mereka harus meninggalkan segala sesuatu yang bertentangan dengan itu, dan
mereka diharapkan untuk membawa orang-orang lain menjadi murid-murid, sama
seperti mereka.
Kualifikasi-kualifikasi apa yang dimiliki oleh para nelayan ini untuk
menjadi murid-murid Tuhan Yesus?
Terus terang, apa yang mereka miliki tidak mengesankan. Mereka tidak pernah
masuk ke sekolah Alkitab. Bahkan sangat mungkin pengetahuan Alkitab mereka
tidak lebih dari pada orang-orang lain.
Mereka memang orang-orang baik, jujur dan pekerja keras, namun merka tidak
lebih dari itu.
Lebih lanjut lagi, ada fakta-fakta yang tidak menguntungkan mereka;
fakta-fakta yang namapknya diabaikan oleh Tuhan Yesus pada saat Dia
memanggil mereka.
Pertama-tama, mereka sibuk dengan usaha kecil mereka. Pada zaman itu, usaha
perikanan di danau Galilea, salah satu tempat perikanan yang paling baik
dalam kerajaan Romawi, adalah pekerjaan keras dan menghasilkan banyak.
Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes adalah orang-orang sibuk ketika Tuhan
memanggil mereka. Usaha mereka tergantung pada campur tangan mereka secara
pribadi dalam usaha tsb. Anda yang sudah pernah bekerja untuk diri sendiri
tahu banyaknya waktu dan tenaga yang dibutuhkan. Rasanya Yesus menuntut
terlalu banyak dari orang-orang yang sudah sibuk luar biasa ini.
Kedua, ada orang-orang yang tergantung pada mereka. Petrus memiliki istri,
bahkan mungkin anak-anak. Perjanjian Baru memberitahukan kita mengenai
ibu-mertua Petrus yang tinggal bersama dengan dia.
Yakobus dan Yohanes berkerja untuk ayah mereka, Zebedeus, yang usianya
semakin lanjut dan makin bergantung pada anak-anaknya.
Dalam zaman sebelum ada jaminan hari tua, Yakobus dan Yohanes adalah Social
Security dan Medicare bagi Zebedeus. Bagi anak-anaknya, memelihara dan
merawat orangtua mereka yang berusia lanjut adalah suatu kewajiban dan
sukacita.
Bagi setiap orang ini, ada orang-orang yang tergantung pada mereka.
Orang-orang yang sudah berkeluarga tidak boleh diharap untuk memikul beban
dengan mengorbankan keluarga mereka.
Ketiga, orang-orang ini memiliki unsur-unsur kepribadian yang mengganggu.
Yakobus dan Yohanes begitu pemarah sehingga mereka digelari "anak-anak
guntur." Orang-orang memikirkan bahwa mungkin kata-kata yang mereka pakai,
pada saat mereka merasa frustrasi karena ikan kurang, mungkin tidak pantas
bagi seorang "murid Tuhan Yesus."
Petrus dikenal sebagai orang yang buru-buru dan tidak konsisten. Dia
termasuk orang yang mulutnya sering membuat dia mengalami masalah.
Orang-orang yang mengenal Petrus akan mengatakan bahwa dia terlalu kurang
berdisiplin untuk menjadi seorang murid.
Namun, walaupun semua kekurangan ini, Yesus memanggil keempat orang ini,
"Mari, ikutlah Aku!" Mereka taat. Mereka meninggalkan jala mereka, perahu
dan keluarga mereka dan menjadi "penjala-penjala manusia" yang akhirnya
menjala jutaan orang. Apa yang Yesus lihat dalam diri mereka yang tidak kita
lihat?
Berikutnya kita tiba pada seorang pemungut cukai, Matius.
Matius 9:9-13
Kualifikasi? Satu hal yang pasti adalah dia lebih berpendidikan dibandingkan
dengan para nelayan. Untuk mengatur kantor pajaknya di pinggir jalan raya
dari Mesir ke Damaskus pastilah dia merupakan seorang akuntan yang terlatih
dan mampu berbicara dalam Bahasa Ibrani, Yunani, Latin dan Aram.
Kalau misalnya Yesus membutuhkan seorang kepala kantor gereja, dia adalah
calon ideal, yaitu kalau orang bersedia melupakan karakter Matius yang
lainnya, yang kurang begitu baik.
Kekurangan yang Matius miliki bahkan lebih serius dari para nelayan.
Pertama-tama: Matius sibuk dalam suatu usaha yang memberikan stress yang
tinggi dan memiliki tanggung jawab yang besar. Dia mengumpulkan pajak dari
rekan-rekan senegaranya, dan memberikannya pada pemerintah Romawi yang
menjajah Palestina.
Dengan kata lain, Matius tidak disukai orang. Dia melapor pda dua atasan,
yaitu Romawi dan Yahudi, yang saling membenci satu dengan yang lain. Ini
adalah pekerjaan yang berat, namun harus ada orang yang mengerjakannya dan
tidak dapat ditinggalkan begitu saja. Dalam negara dengan kekuasaan mutlak
terdapat paksaan-paksaan yang membuat orang harus bekerja.
Namun bukan saja pekerjaannya sanagt menekan, dia tidak dihormati orang.
Tidak ada orang Yahudi yang punya harga diri yang mau bekerja untuk bangsa
penjajah mereka. Karena pekerjaannya berhubugan dengan orang-orang kafir,
mengurusi uang mereka yang berhiaskan lambang-lambang berhala mereka, Matius
dianggap orang najis dan tidak diijinkan untuk memasuki sinagog atau Bait
Allah.
Kedua, tidak seorangpun yang menghormati Matius karena petugas pajak
terkenal sebagai penipu. Pada zaman itu, rakyat tidak tahu berapa besar
pajak yang dibebankan pemerintah kepada mereka selain dari pemberitahuan
yang mereka terima dari pengumpul pajak.
Juga mereka tidak punya hak untuk naik banding melawan pengumpul pajak.
Karena pemerinatah Romawi tidak membayar petugas pajak dengan gaji tetap;
mereka mengambil uang dari pajak yang mereka kumpulkan. Orang-orang seperti
Matius mengisi kantong mereka dengan pajak yang berlebihan.
Alasan ketiga mengapa tidak seorangpun menghormati pemungut pajak adalah
bahwa mereka menerima suap dari orang-orang kaya agar supaya pajak mereka
diturunkan. Mereka terkenal sangat korup. Semua orang tahu apa yang terjadi,
namun tidak seorangpun yang dapat menghentikan mereka.
Kekurangan lain dari Matius adalah fakta bahwa dia bergaul dengan
orang-orang yang salah di tempat yang salah. Ayat 10 memberitahukan kita
bahwa di rumah Matius Tuhan Yesus dikerumuni oleh "banyak pengumpul pajak
dan orang-orang berdosa." Kenyataan bahwa para pemungut pajak ini dianggap
sebagai bagian dari orang-orang tidak baik nampak dari kaliamt yang diulangi
8 kali dalam Injil, "pemungut pajak dan orang-orang berdosa." Artinya, "yang
paling buruk dari yang terburuk."
Matius sudah cukup sibuk dan pekerjaannya menuntut tanggung jawab; dia tidak
dihormati oleh orang, dna dia bergaul dengan orang yang salah di tempat yang
salah. Tentunya hal ini cukup untuk membuat dia tidak pantas menjadi murid
Tuhan Yesus. Namun Tuhan Yesus berkata, "Mari, ikutlah Aku." Dia taat.
Matius meninggalkan pekerjaan yang mendatangkan uang banyak, tetapi dia
mendapatkan kehormatan. Dia meninggalkan jaminan hidup, tetapi menemukan
tujuan hidup. Dia meninggalkan meja pajaknya dan hanyak mengambil satu hal,
penanya. Dengan pena itu, dia mempergunakan keahlian bahasanya untuk
menuliskan kitab tentang pekerjaan-pekerjaan dan pengajaran Tuhan Yesus,
salah satu kitab yang paling banyak dibaca dan yang paling penting dalam
sejarah manusia.
Apa yang Yesus lihat dalam diri Matius yang tidak kita lihat?
Lima murid yang perlu dipertanyakan. Empat nelayan dan seorang petugas pajak
yang korup/
Kita sekarang bertemu dengan calon murid ke enam. Kita mengenal dia sebagai
orang muda yang kaya. Matius, Markus, Lukas dan Yohanes semua menceritakan
kisah ini, masing-masing menambahkan detil yang menurut mereka penting.
Matius 19:16-22
Pertimbangkan kualifikasi-kualifikasi orang ini sebagai murid Kristus.
Pertama-tama, secara keuangan dia berkecukupan. Matius mengatakan bahwa "dia
memiliki harta yang banyak." Berbeda dengan keempat nelayan dan Matius,
orang muda yang kaya ini tidaksibuk dengan pekerjaan lain ketika Tuhan
memanggil dia untuk menjadi murid. Kekayaannya memberi dia kecukupan
sehingga dia sendiri bisa pergi mencari Yesus, bicara dengan Dia dan
mengambil keputusan mengenai mengikuti Dia. Jikalau dia jadi mengikuti Yesus,
kekayaannya cukup untuk menunjang perjalanannya dalam mengikuti Yesus dan
bahkan mungkin cukup untuk menolong orang lain juga. Hari ini akan banyak
gereja yang senang mendapatkan dia.
Kedua, dia penuh hormat dan berpendidikan. Dia memanggil Yesus sebagai "Guru
" Markus dan Lukas menambahkan bahwa dia menyebut Yesus sebagai "Guru yang
baik
" Orang ini adalah orang yang berhasil secara keuangan dan dia
memiliki rasa hormat yang tinggi pada Yesus, yang mengajar tidak seperti
orang-orang lain dan telah menyembuhkan banyak orang. Pembawaannya
memperlihatkan bahwa dia berpendidikan dan membaca banyak tulisan dari para
Rabbi pada zamannya.
Ketiga, dia bersungguh-sungguh dalam hal agama. Ketika Yesus memberitahukan
padanya bahwa dia harus mememelihara perintah Allah untuk mendapatkan hidup
yang kekal, dia dengan cepat menanyakan hukum-hukum mana yang Allah
maksudkan. Dia tidak ebrmaksud menghindar. Dia mengenali bahwa Yesus telah
menyentuh bagian yang di mana dia merasa mantap dan dia ingin mengetahui apa
yang paling penting. Menarik bahwa Yesus mengutip 5 dari enam Hukum.
Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan memberi kesaksian
palsu, hormatilah ayamu dan ibumu
19:18-19.
Kemudian Dia memberikan hukum ke dua dari dua perintah utama: Kasihilah
sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 19:19.
Orang muda tsb. menjawab tanpa ragu, "Semua ini telah kulakukan
"
Ada orang yang mengatakan bahwa "Masalah dengan agama pada hari ini adalah
bahwa banyak orang yang melakukannya namun tidak banyak yang melakukannya
dengan baik." Orang muda ini melakukannya dengan baik.
Keempat, orang muda yang kaya ini memiliki posisi yang terhormat dalam
masyarakat. Lukas mengatakan bahwa dia adalah seorang penguasa. Kata ini
berarti dia adalah anggota dari suatu mahkamah atau dewan. Sungguh merupakan
suatu prestasi bagi orang muda ini.
Lebih dari semua ini, berbeda dengan orang-orang lain, dia ayng mengambil
inisiatif untuk darang kepada Yesus. Saya suka kepada orang-orang yang
mengambil initiatif, yang tidak menunggu sampai sesuatu terjadi pada mereka
atau untuk mereka, tetapi bersedia menghadapi kesukaran. Tentunya, menurut
kita, Yesus akan sangat terkesan dengan orang ini.
Secara sekilas nampaknya tidak ada kelemahana atau kekurangan yang dapat
menghalangi orang muda ini dalam menjadi murid Tuhan yang berhasil. Hanya
pada waktu dia meninggalkan Tuhan Yesus dengan terdiam barulah kita
menyadari bahwa ada sesuatu yang menghalangi orang muda ini dalam mengikuti
Yesus. Apakah itu?
Jikalau kita memperhatikan dengan lebih teliti, ada tiga kekurangan yang
nyata dalam penampilan yang menarik dari orang muda ini.
Pertama-tama, dia percaya bahwa dia cukup baik untuk mendapat perkenan dari
Tuhan. Pertanyaannya yang mula-mula menunjukan hal ini "Hal baik apakah yang
harus kulakukan untuk mendapatkan hidup kekal?" 19:16
Dia memikirkan tentang perbuatan. Dia membayangkan suatu daftar nilai di
mana dia bisa mengumpulkan nilai yang cukup untuk memenangkan hidup kekal.
Di bandingkan dengan orang lain, dia baik, dan dia tidak dapat mengerti
mengapa kebaikannya masih tidak cukup.
Yesus dengan cepat mengarahkan perhatiannya pada Satu-satunya yang baik dan
satu-satunya standar dari segala kebaikan.
17. "Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaKu tentang apa yang baik? Hanya
Satu yang baik
"
Kebanyakan orang berpikir bahwa mereka baik karena mereka membandingkan diri
mereka dengan hal yang salah. Saya pikir saya adalah pemain basket yang baik
kalau saya membandingkan diri saya dengan anak umur 5 tahun. Tetapi kalau
saya dipasangkan dengan Shaquile ONeal, engkau akan segera mengetahui
apakah saya betul-betul adalah pemain basket.
Di sinilah masalahnya. Jika orang muda ini, maupun orang-orang lain, dapat
memenangkan keselamatan, dia sudah menjadi sama baiknya dengan Tuhan. Dalam
kebaikan Allah dan kesempurnaan Allah, kesucian Allah adalah standarnya. Itu
sebabnya Alkitab mengatakan, "Jika kita mengatakan bahwa ita tidak berdosa,
kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita." 1
Yohanes 1:8
"Sebab kasih karunia engkau diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu,
tetepi pemberiaan Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang
memegahkan diri." Efesus 2:8-9. "Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena
perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmatNya
" Titus 3:5
Fakta bahwa kita tidak dapat menyelamatkan diri sendiri sebenarnya adalah
kabar baik karena jikalau keselamatan adalah berdasarkan usaha kita,
bagaimana saya dapat mengetahui bahwa saya telah menjadi cukup baik? Jika
kita mendapatkan keselamatan berdasarkan usaha kita, ada orang-orang lain
yang akan lebih beruntung karena tempat kelahiran mereka, pendidikan mereka
dan di mana mereka tinggal. Yesus ingin menunjukkan pada orang muda ini
kebodohan dari usaha untuk mendapatkan perkenan dari Tuhan. Itulah sebabnya
Dia memperlihatkan pada orang muda ini hukum-hukum Tuhan untuk melihat
apakah orang muda ini dapat memperolehnya.
Jawabannya, "Saya telah melakukan itu (10)
Tentu Tuhan dapat membantah itu, dan menunjukkan bagaimana melalui apa yang
dia perbuat sudah bertolak belakang dengan tuntutan ini. Namun Yesus tidak
melakukannya. Sebaliknya Yesus mengambil pendekatan yang berbeda yang dapat
menolong orang muda ini melihat kekurangannya.
19:21-22
Di sini kita menemukan kekuarangan kedua dari orang muda yang kaya ini. Dia
tidak mengasihi Tuhan dengan segenap hati, akal budi dan jiwanya. Jikalau
dia mengasihi Tuhan seperti itu, dia akan taat pada perintah Tuhan untuk
meninggalkan kekayaannya; sama seperti Abraham taat pada perintah Tuhan
untuk meninggalkan kekayaannya dan tanah kelahirannya dan bahwa kalau perlu,
anaknya. Kristus, Allah yang menjadi manusia, minta pada orang muda yang
kaya ini suatu pengorbanan yang tidak pernah dimintaNya dari orang-orang
lain, untuk menjual semua hartanya dan memberikannya kepad aorang-orang
miskin, Mengapa? Karena Tuhan melihat bahwa kekayaan orang muda ini dan
statusnya lebih penting baginya dibanding hal-hal lain. Apakah dia cukup
mencintai Tuhan sehingga rela berkorban? Tidak! Bagaimana dengan engkau?
Ketiga, orang muda ini, sekalipun dia yakin akan kebaikan hatinya, namun dia
tidak mencintai sesamanya. Apakah dia benar-benar mencintai orang-orang
miskin sama seperti mencintai dirinya sendiri? Kalau betul tentu tidak sulit
bagi dia untuk menaati penrintah Tuhan, menjual harta bendanya dan
memberikannya pada orang-orang miskin. Dia pasti akan bergembira karena apa
yng Tuhan minta dari padanya adalah apa yang dia selalu rindu untuk lakukan.
Apakah dia mengasihi sesamanya seperti dirinya sendiri? Tidak! Bagaimana
dengan engkau?
Matius 19:22
Enam orang, semuanya dipanggil untuk menjadi murid denagn kata-kata yang
sama oleh Tuhan sendiri, "Mari, ikutlah Aku." Lima orang taat, satu tidak.
Dari kelima orang yang taat, tidak ada satupun yang orang bayangkan akan
berhasil. Orang yang justru dianggap akan berhasil justru gagal.
Hal ini membawa kita pada pertanyaan terakhir. Apakah hal yang tidak boleh
tidak ada untuk seseorang menjadi murid Tuhan? Hal yang tidak boleh tidak
ada ialah penyerahan secara mutlak kepada Yesus sebagai Tuhan.
Pada waktu dipanggil oleh Yesus untuk mengikut Dia, ke empat nelayan tsb
melakukannya tanpa keraguan atau syarat.
4:20 Segera [Petrus dan Andreas] meninggalkan jalwa mereka dan mengikuti
Yesus.
4:22 And segerelah [Yakobus dan Yohanes] meninggalkan perahu dan ayah mereka
dan mengikuti Dia.
Saat dipanggil untuk mengikuti Yesus, Matius melakukannya tanpa keraguan
atau syarat. Para nelayan dan Matius langsung taat; mereka taat apapun
harganya, mereka datang tanpa pertanyaan; mereka meninggalkan lingkungan
mereka, kebiasaan-kebiasaan mereka, teman-teman mereka; dan mengikuti Tuhan
mereka tanpa syarat.
Tidak ada yang dapat menggantikan penyerahan mutlak kepada Yesus sebagai
Tuhan dalam kehidupanmu. Orang muda yang kaya percaya bahwa melakukan
perintah Tuhan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh masyarakat sudah cukup
. Saat engkau melihat dia berjalan meninggalkan Tuhan Yesus, engkau dapat
membayangkan kepalanya terntunduk dengan kecewa dan sedih; dan izinkanlah
bayangan ini mengingatkan engkau bahwa tidak ada sesuatu apapun yang dapat
menggantikan penyerahan secara tanpa syarat pada Kristus sebagai Tuhan dalam
kehidupanmu kalau engkau mau menjadi seorang murid.
Matius 16:24-26
Saya masih ingat akan malam di mana saya benar-benar menangkap apa artinya
untuk secara total menyerahkan diri pada Yesus Kristus. Pada waktu saya
masih di perguruan tinggi. Seorang pengkhotbah dan pengajar yang berbakat,
Dr. Dennis Kinlaw, telah menjelaskan dengan sejelas-jelasnya apa arti
keTuhanan Kristus dalam aula yang padat dengan mahasiswa dan dosen. Kemudian
dia memberi undangan bagi orang-orang yang siap untuk melakukan penyerahan
semacam itu untuk maju ke depan.
Banyak yang maju; saya tidak. Saya ingat apa yang Yesus katakan mengenai "memperhitungkan
harganya" sebelum membuat suatu keputusan untuk mengikut Dia. Saya sudah
menjadi orang Kristen namun saya tahu bahwa penyerahan semacam itu bukanlah
hal yang mudah. Saya keluar berjan-jalan seorang diri pada malam musim
dingin di bagian Barat New York State; dan ketika saya sudah cukup
menggumuli hal itu, saya kembali ke kapel yang sudah kosong dan berlutut di
depan mimbar dan berkata, "Tuhan, saya menyerahkan diriku kepadaMu tanpa
syarat apapun." Hidupku adalah milikMu untuk Engkau pakai sebagaimana Engkau
kehendaki. Saya mohon padaMu, penuhilah aku dengan RohMu dan kuasa melampaui
apa yang yang saya pernah ketahui. Dan saya akan menggunakan apa yang Engkau
berikan kepadaku dengan sebaik-baiknya dan denagna sekuat tenagaku, seumur
hidupku."
Itu bertahun-tahun yang lalu. Saya tidak ingat berapa lama saya berlutut di
depan mimbar; namun saya meninggalkan kapel itu dengan mengetahui bahwa saya
telah mengambil sebuah langkah yang baru bersama dengan Yesus Kristus,
sebuah langkah yang harus diambil ketika roh Tuhan bekerja.
Ada di antara kalian pagi ini perlu mengambil langkah seperti itu. Hal ini
lebih penting dari apapun yang ada dalam jadwalmu pada hari ini. Saya telah
menjelaskan masalahnya sejelas saya mampu. Jikalau Roh Tuhan berbicara
kepadamu bahwa hari ini engkau harus melakukan peneyrahan secara mutlak
kepada Yesus sebagai Tuhan dalam kehidupanmu; jikalau Tuhan telah berbicara
kepadamu, "Mari, ikutlah Aku," engkau harus menjawab.
Mungkin engkau memiliki penghalang terakhir dalam penyerahan tanpa syarat
kepada Tuhan. Dalam hatimu mungkin engkau berkata, "Saya tidak cukup baik."
Teman, kekuranganmu itu tidak ada hubungannya. Keempat nelayan itu tidak
cukup baik. Matius, si petugas pajak yang jahat itu juga kurang baik. Tidak
ada seorangpun yang dapat menjadi murid Tuhan dengan menjadi orang baik.
Di dalam Yesus kita menemukan,
Pengampunan untuk masa lalu kita, bagaimanapun jeleknya.
Kuasa untuk mengubah hari ini
Pimpinan dari Tuhan untuk masa depan kita, untuk menjadi sebagaimana yang
diinginkanNya.
Keindahan dari menjadi murid Kristus adalah bahwa Dia sudah cukup baik dan
kita menjadi sempurna di dalam Dia. |
| |
|