ASAP TANPA API

Mazmur 17

Hengky Chiok

 
Ada asap ada api, demikian kata pepatah. Maksudnya, segala yang terjadi, terjadi karena ada sebabnya. Kalau orang tidak suka kepada kita dan menyalahkan kita, tentu ada sesuatu dari diri kita yang membuat orang bersikap demikian. Apinya adalah dari diri kita, asapnya adalah respons orang lain.

Pepatah ini mungkin tidak berlaku dalam Mazmur 17. Daud sementara dikejar-kejar oleh musuh. Bagi sebagian orang, apa yang dialami oleh Daud terjadi karena kesalahan Daud sendiri. Mungkin mereka bahkan menganggap apa yang terjadi merupakan balasan untuk apa yang telah dilakukan oleh Daud.

Bagaimana dengan sikap Daud? Apa yang Daud lakukan pada saat dia dikejar musuh?

Ayat 1-5 memberitahukan bahwa dia membawa masalahnya kepada Tuhan. Dia berseru dan memohon agar Tuhan sendiri yang menjadi Hakim untuk menentukan apakah Daud memang pantas mengalami kesusahan dan bahaya seperti yang sementara dia alami (ayat 1-2).

Hal selanjutnya yang dilakukan oleh Daud adalah menyelidiki diri sendiri (ayat 3-5). Dan sekali lagi Daud minta Tuhan menguji apakah ada dosa di dalam dirinya. Daud minta Tuhan memastikan bahwa dia telah berjalan mengikuti Firman Tuhan.

Daud tidak membela diri; dia membawa masalahnya kepada Tuhan. Berdiam diri ketika dipersalahkan bukanlah hal yang gampang, apalagi kalau kita merasa diri tidak bersalah. Namun demikian, mari kita belajar seperti Daud, waktu dikecam orang, mari kita menguji diri. Ada asap ada api. Mari berkaca pada Firman Tuhan dan minta pertolongan Tuhan untuk menunjukkan kalau-kalau ada hal-hal dalam diri kita yang mem buat kita dikecam orang.

Jikalau kita yakin bahwa kita tidak bersalah, jangan membalas. Biarlah Tuhan yang menghakimi. Tuhan adalah Tuhan yang adil. Serahkan apa yang terjadi kepadaNya, dan pada waktu bangun kita akan puas dengan wajah Tuhan (ayat 15)

© 2005 First Indonesian Baptist Church Monrovia